Planet Baru Kembaran Bumi
Jakarta: Astronom mendeteksi adanya planet bebatuan
yang orbitnya berdekatan dengan bintang. Kemungkinan besar kehidupan ditemukan
di tempat itu.
Penemuan yang dipimpin oleh tim UC Santa Cruz ini memprediksi adanya
kemungkinan planet serupa di Galaksi Bima Sakti. Walaupun dianggap menyerupai
bumi, planet ini ukurannya 4,5 kali lebih besar sehingga disebut ''Super-earth''.
Berjarak 22 tahun cahaya dari bumi, waktu orbitnya adalah 28 hari dan terletak
pada zona yang dianggap tepat untuk dihuni mahluk hidup. Suhu di sekitarnya tak
terlalu dingin atau panas, juga terdapat pasokan air. Astronom menjulukinya
sebagai ''Zona Goldilock''.
Planet yang baru ditemukan ini dikategorikan sebagai planet tiga bintang,
termasuk dua bintang yang mengorbit satu sama lain. Salah satunya memiliki
permukaan seperti Jupiter yang kaya akan gas dan satu planet lain, orbitnya
berkeliling selama 75 hari.
Anggota senior tim UC Santa Cruz, Steven Vogt mengatakan kemungkinan masih
banyaknya planet lain. “Penemuan planet ini adalah penanda akan adanya banyak
penemuan planet baru,” katanya.
Vogt kini sedang mengerjakan proyek pengerjaan teleskop baru bernama
''Automated Planet Finder''. Alat ini mampu mendeteksi teleskop secara otomatis
di Observatorium Mount Hamilton di dekat San Jose.
Penemuan ini dipimpin oleh Paul Butler dan Guillem Anglada-Escude dari The
Carnegie Institution for Science di Washington DC dan para anggotanya terdiri
dari astronom asal Jerman, Inggris, Australia dan Chili.
Mengenai penemuannya, Anglada-Escude menyatakan bahwa planet itu memiliki
pasokan air yang sangat baik. “Planet ini aalah kandidat planet terbaik dengan
jumlah air yang mencukupi,” katanya.
Temuan tim tersebut akan dipublikasikan di Astrophysical Journal, sebuah jurnal
khusus berisi temuan ''exoplanet''. Menurut Extrasolar Planet Encyclopaedia,
keberadaan exoplanet telah terdeketeksi sejak 1995 dan jumlahnya mencapai 755
planet.
.jpg)